top of page

Dosen Jaman Now itu harus Inspiratif

  • Writer: LSP3I
    LSP3I
  • Jan 30, 2019
  • 3 min read

Sudah saatnya dosen menjadi sumber inspirasi bagi peserta didiknya, pemberi nilai kehidupan, bukan Sekadar Nilai ABCD. Dosen, diketahui atau tidak, disadari atau tidak dan diakui atau tidak, merupakan salah satu sosok yang paling berpengaruh bagi setiap peserta didiknya. Merekalah, salah satunya, sebagai pengarah dalam bangunan kehidupan peserta didiknya. Sejatinya, dosen bukan hanya sesosok pengajar yang melakukan kegiatan mengajar atau transfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya, namun lebih dari itu, adalah seorang motivator, inspirator dan bukan hanya sekedar fasilitator.


Dari dulu masyarakat sudah melabel status sosial seorang dosen sebagai sosok yang memiliki martabat yang tinggi, yang memiliki nilai yang tinggi, dan kehormatan yang tinggi pula. Dosen yang juga seperti guru disebut sebagai pengajar dan pendidik, karena seorang dosen tidak hanya menransfer ilmu, tetapi juga menransfer nilai. Nilai yang dimaksud jauh lebih berharga, yaitu nilai kehidupan.


Nah, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa peran dosen di masa kini tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Mendidik dalam artian memberikan nilai-nilai kehidupan itu sendiri, bukan sekadar member nilai. Di samping itu, dosen adalah sosok yang sangat mulia karena senantiasa menyumbang sebagian tenaganya, pikirannya dan waktunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.


Dosen yang benar-benar memberikan nilai kehidupan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didiknya. Seperti kata orang bijak, generasi yang berhasil di masa depan adalah generasi yang diajarkan oleh orang tua dan guru-guru yang luar biasa, bukan karena sekolah atau kampus yang besar dan terkenal. Maka dari itu, sudah sepantasnya dosen menjadi sumber motivasi dan inspirasi.


Dosen yang Bagaimana Disebut Menginspirasi?


Sebenarnya, profesi dosen sendiri sudah bisa disebut sebagai sebuah inspirasi. Kenapa? Karena disadari atau tidak, dosenlah seperti halnya guru yang memajukan dan mengarahkan hidup peserta didiknya menjadi lebih baik. Karena dosen sudah menggunakan ilmu pengetahuannya untuk kemajuan peserta didiknya. Sama seperti dokter, tak ada bedanya, mereka sama-sama menggunakan pengetahuan yang mereka punya untuk membantu orang ain, untuk memajukan hidup mereka.


Setiap tindakan yang dilakukan seorang dosen bisa menjadi sebuah inspirasi. Dosen sebagai pengajar dan pendidik dapat menjadi teladan dalam hal apapun, dimulai dari hal kecil. Misalnya, dosen bisa menjadi contoh bagi peserta didiknya, seperti misalnya berucap yang terjaga kejujurannya, memberikan nasehat dan motivasi yang bersifat membangun, tentu saja agar mereka tidak kehilangan semangat dalam belajar.


Jika sudah seperti itu, artinya dosen sudah memposisikan dirinya dalam keadaan yang ideal atau pantas, karena dosenlah yang akan diperhatikan, dicontoh dan diikuti oleh peserta didiknya. Dalam hal ini, dosen dapat diartikan sebagai seseorang yang dapat digugu (dipercaya dan dipegang ucapannya) dan ditiru (diikuti dan dicontoh tindakannya). Bahkan, dosen adalah The Living Curriculum, yaitu kurikulum hidup yang memang sepantasnya menjadi inspirasi karena akan dijadikan contoh oleh peserta didiknya.


Walau faktanya, harapan kadang tak selamanya sama seperti realita dan kenyataan yang ada dan diinginkan. Di tengah masyarakat tenyata masih ada dan masih bisa dijumpai oknum dosen atau pendidik yang tidak mencerminkan kemuliaan dan kehormatan profesinya. Bukannya menjaga nama baik, malah mencemari dan mengurangi arti dan ungkapan yang ada dari sosok dosen itu sendiri, seperti akademisi, ilmuwan, insan cendikian dan masih banyak lagi.


Dilain sisi, banyak dari mereka yang berprofesi sebagai dosen bukanlah pilihan utama. Banyak yang terpaksa menjadi seorang dosen karena sempitnya peluang kerja yang ada. Kesejahteraannya juga kurang memadai, katanya. Maka dengan adanya perhatian pemerintah terhadap status dan kesejahteraan dosen, profesi ini mulai diminati. Walaupun banyak diantara dosen yang hanya sekedar mengajar untuk memenuhi kewajibanya, dan tidak melakukan 2 Darma lainnya yaitu tugas penelitian dan abdimas. Dosen yang hanya mengajar di depan kelas dan kemudian selesai. Tidak ada apa-apa lagi.


Tentu akan lebih buruk lagi jika dosen tersebut pergi tanpa tugas untuk peserta didiknya, tanpa pemberitahuan yang jelas. Tentu ada saja yang seperti itu, seperti sebuah kasus di sebuah universitas atau lembaga perguruan tinggi, ada dosen yang seharusnya mengajar 16 kali tetapi pada kenyataannya hanya mengajar 5 kali dan sisa 11 kali pertemuan ditutupi hanya dengan memberikan tugas dan menandatangani daftar hadir dosen.


Nah, dosen yang seperti inilah yang akan mencemari dan mengurangi makna dan arti dari sebuah profesi pendidik dan pengajar. Padahal mereka seharusnya tidak boleh tidak mengajar, apalagi tanpa kejelasan apa-apa. Karena apa? Karena mereka dibayar, dan karena peserta didik juga membayar. Masalah ini tentu saja membuat masyarakat menuntut agar orang-orang yang menyandang profesi sebagai dosen mau tidak mau benar-benar menunjukan kompetensi dan ketrampilannya, bukan malah ogah-ogahan.


Sebenarnya dosen bagaimana yang disebut menginspirasi? Bagaimana yang dapat disebut sebagai dosen inspiratif?


Sepertinya jawabannya adalah dosen yang masih sadar akan tanggung jawab, sadar bahwa ia adalah seorang pendidik dan pengajar yang memiliki tanggungjawab mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dididknya, dan melaksanakan tugasnya secara professional dan ikhlas.


Dosen yang bukan hanya mentransformasi ilmu pengetahuan, tapi juga mentransformasi nilai kepada peserta didiknya. Mewakafkan sebagian tenaganya, pikirannya dan waktunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Memiliki semangat untuk melahirkan generasi yang berkualitas dan cerdas. Menjadi sosok pribadi yang terpuji, dan tentu saja yang paling penting adalah ketulusan, karena ketulusan itulah nantinya akan membuat sosok dosen tetap menjadi inspirasi. Ia mangajar bukan hanya sebagai tukang didik, tetapi sebagai seniman. Ia bukan hanya mengajar, tetapi juga memberikan bekal inspirasi yang tak pernah mati sampai kapanpun.

 
 
 

Comentarios


  • Facebook - White Circle
  • Pinterest - White Circle
  • Instagram - White Circle

LSP3I REGION V SULAWESI PUSAT MAKASSAR

bottom of page