top of page

Sentuhan Bisnis di Intitusi Pendidikan

  • Writer: LSP3I
    LSP3I
  • Dec 5, 2018
  • 4 min read

Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan. Keuntungan adalah hal yang pokok bagi kelangsungan bisnis, walaupun bukan merupakan tujuan satu-satunya, sebagaimana dianut pandangan bisnis yang ideal. Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk. Bahkan secara moral keuntungan merupakan hal yang baik dan diterima. Karena Keuntungan memungkinkan organisasi/perusahaan bertahan dalam usaha bisnisnya.


Tanpa memperoleh keuntungan tidak ada pemilik modal yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu berarti tidak akan terjadi aktivitas bisnis yang produktif. Perguruan tinggi sebagai organisasi non profit, seperti juga halnya organisasi bisnis juga mengharapkan keuntungan dalam melakukan kegiatannya. Tujuannya agar perguruan tinggi tinggi dapat memelihara dirinya secara ekonomi, disamping dengan begitu, cita-cita mulia perguruan tinggi yang mendidik anak bangsa menjadi insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif bisa tetap dipegang, dan tentu saja diraih.


Beberapa tahun terakhir, sejumlah perguruan tinggi swasta yang dulunya sangat terkenal, perlahan redup bahkan terancam tutup. Masalah mereka adalah jumlah siswa yang terus menurun dan pemasukan yang tidak bisa menutupi pengeluaran. Perguruan tinggi itu biasanya mengeluh bahwa mereka sudah bekerja keras menjaga idealism lembaganya. Kualitas dan nilai juga sudah berusaha dijaga. Namun, mereka tetap kalah bersaing. Sejumlah pihak menunjuk bahwa kelemahan mereka hanya satu, yakni: tidak mengelola perguruan tinggi secara professional layaknya organisasi perusahaan modern.


Dunia pendidikan yang sering konservatif dan sulit berubah, harus mengikuti jaman dan berani berubah agar tidak ketinggalan kereta. Sebagaimana dunia bisnis yang selalu tanggap terhadap perkembangan dunia, lembaga pendidikan harus melaksanakan hal yang sama. Konsep perguruan tinggi yang lama menganggap bahwa kampus itu merupakan menara gading, tempat sepi untuk mencari ilmu. Idealismenya sangat tinggi sehingga sering tidak menyentuh situasi jamannya. Aktivitas lembaga pendidikan adalah mencari kebenaran dan membangun idealisme. Tugasnya adalah mengeluti teks-teks klasik tentang kebenaran yang agung dan tinggi. Dilain sisi, keberadaan perguruan tinggi sekarang ini harus berubah mengikuti perkembangan modern. Perguruan tinggi yang dikelolah secara tradisional, makin lama makin tergerus, modelnya kuno, modalnya kurang, dan cenderung tidak bisa membiayai dirinya sendiri.


Konsep manajemen tata kelolah perguruan tinggi modern mengaitkan pendidikan dengan organisasi bisnis yang sangat progresif. Lembaga pendidikan menjadi pusat produksi, pemasaran pengetahuan dan ketrampilan. Produktivitas yang menghasilkan uang dijunjung tinggi dan bisa mengalahkan idealisme. Bahkan Perusahaan-perusahaan terjun dan mendirikan lembaga pendidikan. Ahli bisnis juga menangani pendidikan. Yang mencolok, lembaga pendidikan yang dibangun oleh lembaga bisnis atau yang ditangani oleh ahli bisnis ternyata mengalami sukses besar. Kampus-kampus itu disukai pasar dan memiliki nilai jual tinggi dengan peminat yang meningkat setiap tahunnya. Modal utamanya adalah produk jasa pendidikan yang berkualitas dengan manajemen tata kelolah modern.


Bangun idealisme, bangun bisnisnya


Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang bertugas untuk mengembangkan ilmu dan manusia. Lembaga itu juga bekerja dengan etika yang sangat ketat dan menghargai proses panjang manusianya. Jika dibandingkan dengan dunia bisnis yang hanya memberi tempat utama pada keuntungan finansial. Bahkan finansial itu menjadi patokan utama. Sedangkan organisasi pendidikan itu sehat atau tidak, baik atau tidak, bermutu atau tidak tidak hanya semata mata factor finansialnya yang dikur tapi lebih utama mutu proses dan kualitas pendidikan yang di hasilkannya.


Institusi pendidikan itu memiliki stakeholder yang sangat bervariasi yang harus diresponnya, juga hasilnya tidak langsung kelihatan. Meskipun tetap mempertahankan sejumlah idealismenya, Iinstitusi/lembaga pendidikan harus menimba pengetahuan dari kekuatan lembaga bisnis dan atau perusahaan modern.


Lembaga pendidikan harus mengubah pola manajemen tata kelolahnya yang biasanya tanpa jiwa wirausaha, daya kreasi, dan inovasi dalam melihat peluang dan membuat terobosan. Lembaga pendidikan perlu dibangun dengan jiwa wirausaha, selalu kreatif, dan jeli melihat peluang, membuat terobosan, dan mengambil risiko.


Lembaga pendidikan sering dikelola dengan menggunakan perasaan dalam kata-kata manis cintakasih. Karyawan tidak di disiplinkan, serta timbang ditimbang kualitas kerja. Sudah saatnya perguruan tinggi menginspirasi karyawan untuk bekerja dengan penuh disiplin dan dedikasi.


Pentingnya perguruan tinggi bangun idealisme, bangun bisnisnya agar perguruan tinggi tersebut tidak hanya bertahan melainkan juga dapat menghidupi karyawan-karyawannya bahkan pada tingkat dan taraf hidup yang lebih baik. Ada beberapa argumen yang dapat diajukan disini untuk menunjukkan bahwa perguruan tinggi bangun bisnisnya sangat dibutuhkan, sangat relevan, dan mempunyai tempat yang sangat strategis dalam mengembangkan institusi perguruan tinggi dewasa ini.


  1. Pertama, dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan modern dewasa ini, manajemen tata kelolah perguruan tinggi dituntut professional, membangun inovasi pendidikan yang menyelaraskan perkembangan dan kebutuhan zaman.

  2. Kedua, dalam melaksanakan kegiatan pendidikan modern, konsumen adalah benar-benar raja. Karena itu hal yang paling pokok untuk bisa untung dan bertahan di era persaingan ini. para pengelolah perguruan tinggi di tuntut untuk dapat mempertahankan kepercayaan konsumen (internal dan eksternal) dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

  3. Ketiga, jalankan SOP Manajemen organisasi modern. Menjalankan SOP itu penting karena akan memberikan value tersendiri agar terarah dalam menjalankan proses operasional pendidikan. SOP itu pegangan organisasi dalam membuat keteraturan dalam pelaksanaannya. Keteraturan inilah yang dibutuhkan agar jelas apa yang terjadi dalam proses operasional khsusnya dalam menjaga mutu pendidikan.

  4. Keempat, pengelolah PT harus terus menerus membaca perkembangan lingkungan internal dan eksternal dengan melihat tren yang ada. Inilah yang membuat para pengelolah PT harus menjadi pembelajar dan juga knowledge based dalam mengembangkan produk jasa pendidikan mereka. tidak bisa dipungkiri bahwa setiap oragnisasi dan para pelaku didalamnya harus bisa menyempatkan diri untuk belajar, belajar dan belajar untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi pengembangan pendidikan tersebut

  5. Kelima, lakukan perbaikan dan inovasi. Perbaikan dan inovasi inilah yang sangat penting bagi produk jasa pendidikan. Belajar dari perusahaan besar, mereka sangat memperhatikan aspek ini agar bisa memberikan efisiensi dari aspek cost dan juga meningkatkan kualitas pelayanan dan produk yang dihasilkan.

  6. Keenam, dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang bersifat netral tak berpihak tetapi harus efektif menjaga agar kepentingan dan hak kewajiban para pemangku kepentingan dalam institusi pendidikan terjamin. Pemerintah berusaha sebisa mungkin untuk mengawasi operasional kegiatan pendidikan di perguruan tinggi (PTN dan PTS) guna menghindari praktek praktek tercela dalam aktifitas kegiatan pendidikan yang dapat merugikan seluruh pemangku kepentingan. Dalam arti kata menjalankan kegiatan pendidikan secara secara baik dan etis tanpa secara sengaja merugikan hak dan kepentingan semua pihak yang terkait dengan operasional perguruan tinggi tersebut.

  7. Ketujuh, perguruan tinggi juga harusmenyadari bahwa dosen, karyawan, mahasiswa bukanlah tenaga yang siap untuk eksploitasi demi mengeruk keuntungan yang sebesar besarnya. Justru sebaliknya, mereka harus dianggap sebagai subjek dan asset utama dari kemajuan perguruan tinggi yang sangat menentukan berhasil tidaknya, bertahan tidaknya perguruan tinggi tersebut.


Kesimpulan


Perguruan tinggi sebagai organisasi non profit, dalam menjalankan aktifitas kegiatannya sangat berkaitan dengan budaya akademik dan etika keilmuan. Dengan kata lain, idelaisme PT terikat oleh kedua hal tersebut. Binsis yang dibangun PT berkaitan produk jasa pendidikan, memperlihatkan bahwa PT dalam menjalankan operasionalnya harus baik dan etis, yaitu keuntungan yang diperoleh harus memperhatikan hak dan kepentingan semua pihak yang terkait; kesejahteraan dosen dan karyawan, penyediaan sarana dan fasilitas pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran, pelayanan akademik, penyediaan beasiswa, dan aktifitas kegiatan pendidikan lainnya. Dengan demikian PT akan berhasil dan bertahan dalam kegiatannya pendidikan.


#Berikut Video Ilustrasi : Berkah Bisnis Pendidikan



 
 
 

Comentários


  • Facebook - White Circle
  • Pinterest - White Circle
  • Instagram - White Circle

LSP3I REGION V SULAWESI PUSAT MAKASSAR

bottom of page