top of page

Bagaimana Seharusnya Dosen Mengajar?

  • Gambar penulis: Yusrin Ahmad Tosepu
    Yusrin Ahmad Tosepu
  • 3 Sep 2018
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 2 Jul 2020


Tenaga Pengajar adalah Salah satu faktor penentu kualitas pendidikan sebagai Kata Kunci. ~YAT

Bicara mengenai Pendidikan, otomatis kita akan bicara tentang proses belajar mengajar.

Problematika dalam pendidikan sekarang bukan hanya pada minat peserta didik (baca:mahasiswa).


Hal yang perlu diperhatikan juga adalah siapa pengajar atau dosen yang memberikan pelajaran dan materi perkuliahan.


Pengajaran pada dunia pendidikan tinggi kita tidak hanya sekedar wajib adanya. Tapi, tentu di dalam proses pengajaran harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral peserta didik.


Kemungkinan terjadinya kemerosotan pengetahuan dan roda perputaran transfer ilmu juga disebabkan oleh masalah kecil tentang sistem transfer ilmu itu sendiri. Karena transfer ilmu pengetahuan tentu harus mengedepankan mutu terlebih dahulu, bukan karena wajib ada.


Jika karena hanya wajib ada tentu persoalan kemerosotan pengetahuan itu malah akan semakin meningkat karena mutu telah dikesampingkan dari tujuan pendidikan untuk mencerdaskan bangsa. 


Persoalan yang sangat mengkhawatirkan dalam proses transfer ilmu adalah tentang siapa yang memberi atau mentransfer ilmu dan siapa penerimanya.


Banyak hal terjadi dewasa ini yang membuat kita semua heran mengapa bisa dunia pendidikan, proses transfer ilmu khususnya, mengalami kebobrokan sistem.


Entah karena kurang peduli atau memang susah mencari atau tidak mampu membayar orang yang tepat untuk menjadi Dosen, khususnya pada perguruan tinggi swasta yang saya ketahui belakangan ini.


Kondisi seperti ini sungguh sangat miris sekali, karena sistem pendidikan seharusnya sudah tertata dengan baik di perguruan tinggi.


Bukan malah terlihat seperti kampus swasta yang memang tidak mampu membayar pengajar profesional dan hanya berharap pada para pengajar sukarelawan.


Hal seperti ini tentunya harus segera diatasi agar tidak menimbulkan kesan bahwa perguruan tinggi mempraktikkan sistem transfer ilmu yang demikian minim dan tidak perofesional.


Sekolah Menengah Atas saja para pengajarnya harus sesuai kompetensi masing-masing. Selain itu, mereka juga harus mengajar yang memang sudah menjadi keahliannya.


Generasi penerus bangsa harus diberikan sesuatu yang memang menjadi haknya, bukan asal mendapatkan pengetahuan.


Dunia pendidikan tinggi kita tidak hanya sekedar butuh dosen yang profesional di bidang keilmuannya, tapi juga dosen yang dapat mengajar mahasiswanya “dengan baik”.


Artinya, seorang dosen selain menguasai suatu bidang ilmu tertentu, juga mampu untuk mengajarkan hal – hal yang rumit menjadi mudah dipahami. Karenanya, dosen harus dapat menguasai metode pembelajaran yang baik.


Selain metode mengajar di kelas, yang lebih penting lagi ialah metode membelajarkan mahasiswa. Atau dengan kata lain bagaimana membuat mahasiswa mau belajar sendiri dengan gaya dan keunikannya masing – masing.


Dosen juga perlu memikirkan media – media pembelajaran lain yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi.


Mulai dari membuat diktat ataupun buku ajar, mendesain praktikum penyerta kuliah, mengundang ahli dan praktisi dalam kuliah tamu, membawa mahasiswa ke industri melalui studi ekskursi, mengadakan pamaeran/kompetisi bidang keilmuan mahasiswa, dan lain – lain.


Dosen harus mengembankan pembelajaran agar proses pembelajaran menjadi lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan bagi kedua belah pihak (dosen dan mahasiswa).


Dosen harus dapat menciptakan situasi dan kondisi agar mahasiswa dapat memproses informasi dengan lebih mudah dan cepat dipahami.


Di sinilah dosen harus memperkenalkan berbagai strategi belajar dan mengajar kepada mahasiswa.


Dalam perkuliahan, dosen harus berperan sebagai teladan dan motivator bagi peserta didik, menjadi agen pengembangan pengetahuan, dan perubahan serta mampu mengarahkan mahasiswa. memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar.

Dosen dituntut harus mampu membelajarkan nilai – nilai luhur dalam diri mahasiswa. Sehingga mahasiswa menyadari bahwa dirinya adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang memiliki tanggung jawab terhadap Sang Pencipta dan seluruh umat manusia.


Semoga Bermanfaat. Tetap Semangat!

 
 
 

Postingan Terakhir

Lihat Semua
Bahaya Kesombongan Intelektual

Intelektual yang ideal adalah yang semakin alim, maka kian takut kepada Allah. Sikap sombong (al-kibr) adalah sebuah penyakit hati....

 
 
 
Kebahagiaan Sejati

Pandangan umum yang menganggap kebahagiaan dapat ditemukan dengan memiliki lebih banyak uang, lebih banyak barang, lebih banyak status...

 
 
 

Komentar


© 2018 by Yusrin Ahmad Tosepu. Makassar, Sulawesi Selatan. Indonesia 

bottom of page