top of page

Catatan Pinggir Wajah Pesta Demokrasi Pilpres 2024

  • Gambar penulis: Yusrin Ahmad Tosepu
    Yusrin Ahmad Tosepu
  • 16 Feb 2024
  • 1 menit membaca

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 kembali dengan wajah yang cantik dengan gincu memerah, bedak tebal memutih, dan alis hitam tebal menghias, senyum terus ditebar walau penuh kemunafikan dan ketidakjujuran, … kembali menjadi pemenang

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 kembali ke masa masa lalu, ketika penguasa mengarahkan suara dengan atau tanpa sengaja, berharap semua tiarap mengikuti jejak setapak dengan taat

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 adalah wajah pemilik mahkota kembali seperti masa orde waktu itu, siapa saja seperti pasukan terlatih bersama sama mengikuti perintah walau sesungguhnya tidak sama.

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 mewarnai pesta demokrasi terbesar ketiga di dunia, ketika 200 juta lebih pemilih terdaftar, berbondong bondong memilih Presiden dan Wakil Presiden. Menitipkan amanat dengan penuh hikmat, walau hanya sekedar memberi hormat.

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 telah berubah dan tidak mampu diubah ubah. Ketika pasangan calon menggunakan segala cara untuk mengalahkan “lawan”. Ketika menjadi pemenang justru belajar sabar melayani para cukong dan menjaga marwah para sponsor.

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 kembali seperti masa sama itu, wajah menguasa berkuasa, uratan senyum pemilik tahta selalu bermarwah, diam tanpa makna di antara sumpah serapa para dewa, mampu mengubah rupa dunia.

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 bukanlah wajah suci bersinar aura terang benderang untuk menjaga keutuhan anak negeri, menjaga kelanjutan pembangunan seluruh pelosok negeri, berjanji membawa negeri milik sah ibu pertiwi ke tingkat tertinggi.

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 telah telah mengubah pesta demokrasi rakyat menjadi pesta penguasa.

 

Wajah pesta demokrasi Pilpres 2024 bukanlah pesta demokrasi mencari pemimpin tapi sejatinya hanya sekadar mencari penguasa yang akan melanjutkan estapet kekuasaan.


***16 Pebruari 2024

 
 
 

Postingan Terakhir

Lihat Semua
Bahaya Kesombongan Intelektual

Intelektual yang ideal adalah yang semakin alim, maka kian takut kepada Allah. Sikap sombong (al-kibr) adalah sebuah penyakit hati....

 
 
 
Kebahagiaan Sejati

Pandangan umum yang menganggap kebahagiaan dapat ditemukan dengan memiliki lebih banyak uang, lebih banyak barang, lebih banyak status...

 
 
 

Komentar


© 2018 by Yusrin Ahmad Tosepu. Makassar, Sulawesi Selatan. Indonesia 

bottom of page