Urgensi Literasi di Era Digital
- Yusrin Ahmad Tosepu

- 26 Jul 2020
- 3 menit membaca

Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia.
Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi segala bidang kehidupan. Segala sesuatu yang awalnya di dunia nyata kini sudah bergeser ke dunia maya. Maraknya e-commerce dan financial technology menjadi tren di era sekarang ini.
Mulai dari pasar, belajar, kesehatan, hukum, pesan makan, transportasi, dan kebutuhan sandang sudah bisa dengan seonggok gawai. Bahkan masalah keuangan yang begitu urgent bisa terselesaikan dengan adanya pinjaman online. Segala sesuatu sudah bisa terselesaikan dengan adanya telepon pintar (smart phone).
Ilmu pengetahuan dan teknologi menyumbangkan dampak yang paling besar di era digital ini. Dampak tersebut diibaratkan pisau bermata dua; ada kebaikan beserta keuntungan, begitupula menggunakannya untuk kejahatan beserta kerugiannya.
Menyikapi dampak tersebut, penggunaan teknologi khususnya literasi teknologi sudah harus dibudayakan.
Langkah tersebut untuk membekali masyarakat agar tidak tersisihkan di era yang penuh dengan tantangan ini. Bahkan langkah yang diambil haruslah yang mampu memberikan pemahaman agar masyarakat bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Berbicara literasi, saat ini, menjadi kebutuhan dalam segala aspek bidang kehidupan warga masyarakat dunia. Untuk mampu bersaing, warga dunia harus memiliki kompetensi yang meliputi berpikir kritis/memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
Sementara itu, untuk memenangkan persaingan, masyarakat harus memiliki karakter yang kuat yang meliputi iman dan takwa, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta kesadaran sosial dan budaya.
Dalam dunia pendidikan tinggi, misalnya, peran dosen sangat penting di era digital ini. Seorang dosen harus mampu beradaptasi dengan zaman yang sedang berjalan. Dosen harus mampu memperbaharui kompetensi diri dan keilmuannya agar bisa (tetap) relevan di era perubahan yang terjadi saat ini.
Khususnya dalam dunia pendidikan, dosen dan maharus mampu memberikan literasi yang paripurna kepada peserta didik (baca: mahasiswa). Literasi yang paripurna mencakup enam macam literasi,, yaitu literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, serta literasi budaya dan kewargaan.
Literasi baca-tulis merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah, dan memahami informasi. Informasi tersebut bisa berwujud dalam berbagai bentuk: bisa dalam bentuk ilmu pengetahuan maupun informasi berita dari berbagai media massa, utamanya yang berkembang di dunia maya.
Pengetahuan dan kecapakan baca-tulis di atas akan mendukung peserta didik (baca:pelajar-mahasiswa) untuk mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta. Hal tersebut juga untuk menghindarkan peserta didik terpapar berita bohong atau hoaks.
Dua kemampuan literasi di atas juga sangat berguna untuk peserta didik dalam mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial agar dapat meningkatkan kesejahteraannya, baik individu maupun sosial, serta agar dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.
Dalam berpartisipasi dalam lingkungan sosial masyarakat sehari-hari, peserta didik harus memiliki kemampuan dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan yang bisa dikembangkan dengan literasi budaya dan kewargaan.
Yang terakhir dan yang paling penting di era digital ini adalah pengetahuan dan kecakapan peserta didik untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam hidup dan kehidupannya, baik di sekolah, di kampus, keluarga, dan di lingkungan masyarakat secara luas.
Praktik baik berliterasi dalam lingkungan pendidikan dapat mengaplikasikan kegiatan literasi saat proses pembelajaran, hal tersebut akan sangat baik untuk dilakukan agar peserta didik tidak mengalami kebosanan.
Kegiatan berliterasi bisa divariasikan, Kuis menarik sebelum pembelajaran ataupun nonton bareng video tentang ilmu pengetahuan dan teknologi juga bisa menjadi pilihan. Bahkan Out door activity atau kegiatan di luar kelas bisa menjadi alternatif pilihan yang baik.
Dengan kegiatan literasi yang menarik tersebut, rasa ingin tahu peserta didik akan terpecahkan. Jika sudah berjalan rutin dan maksimal, tidak menutup kemungkinan, minat peserta didik terhadap literasi apa pun juga akan meningkat, bahkan masalah minat baca yang rendah sudah tidak ada lagi.
Dengan kemampuan literasi yang dimiliki peserta didik akan mampu melakukan berbagai Kreasi di era digital ini. Dilain sisi, peserta didik dapat melahirkan Inovasi, dan Inspirasi kemajuan. Peserta didik akan terus mencari dan menggali berbagai ide-gagasan untuk inspirasi kemajuan.
Pendidikan yang kita berikan pada peserta didik tidak untuk saat ini, akan tetapi untuk masa depan. Peserta didik harus disiapkan untuk hidup di dunia yang ada di masa yang akan datang. Mungkin tantangan dunia dimasa mendatang akan lebih dinamis dari pada saat ini.
Dengan kemampuan literasi yang dimiliki peserta didik menjadi pegangan mereka dalam mengarungi kehidupan. Kehadiran mereka dalam segala ruang kehidupan dapat memberi manfaat secara total. Mau dan mampu meneguhkan eksistensi, mengemban Dedikasi.
Dosen dan mahasiswa dapat dapat memetik manfaat dan hikmah dari literasi, jika diinternalisasikan secara maksimal dalam aktifitas dan kegiatan pendidikan dan pembelajaran, niscaya kita akan mendapatkan tambahan energi positif. Dan, selanjutnya, kita akan berhasil menjadi pribadi yang lebih baik dengan kemampuan Kreasi dan Inovasi.
Dan yang lebih penting, bagimana membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan agar dapat menghadapi perkembangan zaman. Bagamimana dapat mengajarkan mereka belajar berenang sebelum banjir akan lebih baik dari pada kita belajar berenang saat banjir sudah tiba.


Komentar