Work For The Future
- Yusrin Ahmad Tosepu

- 12 Jul 2021
- 5 menit membaca

Tujuan bekerja adalah mendapatkan penghasilan atau gaji. Tujuan ini relatif umum kenapa seseorang memilih bekerja bahkan gila bekerja. Tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang yang memiliki tujuan bekerja untuk mendapatkan penghasilan atau gaji. Mereka akan mengupayakan hal apa pun untuk mencapai keinginan mereka tak jarang mereka lebih mencintai pekerjaan ketimbang diri mereka sendiri. Tak dipungkiri jika masih banyak orang bekerja dengan penghasilan gaji yang didapatkan habis hanya buat Bayar Cicilan kredit setiap bulannya.
Beberapa waktu lalu viral di media sosial curhatan warganet yang gajinya langsung habis setelah gajian buat bayar cicilan mobil. Dalam curhatannya tersebut, warganet ini menceritakan jika sebulan gaji yang didapatkan adalah Rp 6,5 juta. Lalu, penghasilan itu dipotong untuk cicilan mobil sebanyak Rp 3,1 juta. Sedangkan istrinya hanya diberi jatah Rp 1 juta. Adapun untuk cicilan rumah harus dibayarkan Rp 900 ribu. Sementara untuk diri sendiri Rp 1,1 juta. Di akhir video, ia menyebutkan jika hal itu terpaksa dilakukan karena 'kalau nggak nyicil gue nggak punya apa-apa'.
Nah, mengutip dari Detik.Com, pernyataan Chairman & President Asosiasi Perencana Keuangan IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, Aidil Akbar, menurutnya āpengeluaran untuk nyicil mobil itu sudah jauh dari kata ideal. Sewajarnya, setiap rumah tangga hanya boleh mengeluarkan 30% dari pemasukannya untuk cicilan. Lebih dari itu, tentu sangat berisiko, ditambah lagi, ada biaya tambahan yang harus disiapkan salah satunya untuk perawatan mobil itu sendiri. Dengan gaji Rp 6,5 juta cicilan itu paling banyak harusnya 30% jadi kira-kira Rp 1,9 juta nggak nyampe Rp 2 juta harusnya, itu maksimalnya, itu cicilan KPR apapun sudah masuk di situ.ā
Menurut Aidil, sebelum mencicil penting bagi siapapun menghitung betul seluruh pemasukan dan pengeluaran perbulannya terlebih dahulu. Lalu, kemudian hitung pula pengeluaran tambahan yang dibutuhkan. Bila total biaya yang dikeluarkan untuk mencicil mobil ditambah biaya tambahan tadi setara atau masih di bawah 30% pemasukan, silahkan saja mencicil mobil. Namun, jika lebih dari batas 30% pemasukan tersebut, maka sebaiknya diundur dulu. Namun, bila tetap ingin mencicil, menyarankan agar bisa menambah sumber penghasilan selain mengandalkan gaji bulanan saja.
Menurut Kimmie Greene, pakar keuangan dan mentor bisnis terkenal di AS, memiliki formula sederhana untuk membantu kita terhindar dari ātanggal tuaā. Menurutnya, kita harus memastikan kalau biaya hidup kita tidak lebih dari 75% dari pendapatan kotor kita. Misalnya, take home pay kita 7 juta rupiah, berarti biaya hidup kita tidak boleh lebih dari Rp5,250,000. Dengan begini, sisa 25% dari penghasilan bisa kita sisihkan untuk keperluan darurat atau ditabung.
Sangat disayangkan jika bekerja dari pagi hingga malam hari, penghasilan yang didapatkan hanya untuk membayar cicilan. Hingga pada akhirnya anda melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan karena banyaknya tagihan, kredit, cicilan yang harus dibayar. Apalagi kalau kita bekerja dengan penghasilan pas-pasan . Gaji rasanya cuma numpang lewat. Sehabis bayar tagihan, kredit, cicilan dan lainnya, langsung bokek lagi. Bisa dibilang, tanggal āmudaā cepat sekali berubah jadi ātuaā.
Inilah pentingnya berhemat. Gaji atau penghasilan yang didapatkan tidak dihabiskan untuk memuaskan keinginan semata apalagi dengan gadaikan gaji hanya untuk memiliki barang yang belum menjadi kebutuhan yang prioritas.
Sebetulnya manusiawi saat kita sebagai manusia punya keinginan. Dari sisi baiknya, keinginan bisa dijadikan pemicu kita untuk mewujudkannya. Sedangkan sisi buruknya adalah ketika kita menjadi "terlalu berlebihan" terobsesi dengan keinginan tersebut sehingga mengorbankan kebutuhan. Yang paling elok mungkin saat kita mengerti jika keinginan tersebut terlalu tinggi, sulit dan beresiko kita bisa upayakan dengan strategi lain yang mungkin akan sedikit lebih mudah dan minim resiko. Misal, diturunkan keinginan sesuai kemampuan. Namun, yang harus di ingat lagi adalah masih ada kebutuhan mendasar dibandingkan keinginan yang terlalu tinggi atau tidak sesuai kemampuan saat ini. Mungkin lebih baik fokus dengan kebutuhan kebutuhan yang mendasar tersebut.
Perilaku Hidup Hemat
Perilaku hidup hemat adalah sesuatu yang sangat positif. Disadari atau tidak, semua orang bersikap boros karena mereka selalu mengeluarkan uang lebih dari yang seharusnya. Mungkin pengeluaran banyak tidak masalah asalkan tidak melebihi jumlah pendapatan. Semakin banyak pengeluaran, maka semakin banyak pula uang yang harus didapatkan. Pola pikir seperti ini sulit merubah hidup Anda.
Hidup hemat berarti hidup di bawah kemampuan Anda yang semestinya. Hal ini sangat penting jika Anda ingin lebih banyak menabung. Dan menabung adalah langkah awal menuju kebebasan finansial. Ini artinya dengan berhemat Anda bisa mencapai kebebasan finansial, sesuatu yang diinginkan setiap orang. Hidup hemat mengajarkan Anda untuk lebih bijaksana dalam menggunakan uang dan tidak menghambur-hamburkannya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.
Mungkin sebagian dari kita sudah paham, kalau menyisihkan gaji untuk tabungan adalah salah satu bentuk berhemat. Dengan menyisihkan beberapa persen dari pendapatan kita, sesungguhnya kita lagi bekerja untuk masa depan, karena menabung seperti anda ingin hidup esok hari.
Pentingnya Berhemat
Anda yang punya penghasilan lebih, jauh lebih besar dari pengeluaran Anda yang sangat tinggi, mungkin tidak merasakan apa perlunya berhemat. Hidup hemat bukan hanya untuk mereka yang kekurangan uang saja. Anda yang punya uang lebih akan cepat menjadi kaya dengan berhemat.
Ada beberapa keuntungan dari berhemat, yaitu :
1. Membantu Anda Membayar Hutang
Membayar hutang adalah prioritas bagi semua orang ā mustahil orang hidup tanpa hutang. Hidup hemat membantu Anda untuk mencapai tujuan ini. Dan setelah Anda benar-benar terbebas dari hutang ā cicilan rumah, pembayaran kredit, atau pinjaman modal usaha ā dan lain sebagainya..
Inilah keuntungan dari berhemat. Di awal akan terasa sangat berat, namun sekali Anda melakukannya berhemat akan menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan. Anda pasti tidak ingin hidup di bawah tekanan hutang bukan?
2. Menambah Waktu Santai
Setelah Anda sukses membayar hutang dengan menerapkan hidup hemat, beban hidup di kemudian hari akan terasa jauh lebih ringan. Anda tinggal membayar tagihan-tagihan kecil yang tidak sampai membuat Anda harus lembur selama berhari-hari di kantor. Anda bisa bekerja secara normal, pulang tepat waktu, dan punya lebih banyak waktu luang.
3. Menekan Stres
Menjalani hidup tanpa merasakan stres akibat kondisi perekonomian Anda adalah sesuatu yang sulit dibayangkan. Namun bukan berarti hal itu mustahil. Dengan berhemat, pundi-pundi tabungan dan investasi semakin membesar.
Impian untuk mempersiapkan masa depan akan terwujud secara perlahan. Dengan demikian, jiwa Anda akan merasakan ketenangan dan Anda pun terbebas dari stres.
Menurut sebuah penelitian tahunan yang dilakukan Asosiasi Psikologis Amerika, aspek yang paling banyak menyebabkan stres pada seseorang adalah kondisi finansial mereka.
4. Meningkatkan Rasa Syukur
Salah satu manfaat terbesar dari hidup hemat adalah membuat Anda lebih bersyukur. Anda tidak lagi merasa kekurangan karena Anda selalu memanfaatkan apa yang Anda miliki. Misalnya, tetangga Anda baru membeli mobil. Tidak akan muncul keinginan berganti mobil karena Anda tahu Anda masih punya mobil lama yang bisa berfungsi dengan sangat baik. Anda tidak akan mudah larut dalam tren yang sedang berkembang, yang mengharuskan Anda untuk mengeluarkan lebih banyak uang.
5. Mempercepat Kaya
Menjadi kaya adalah pencapaian finansial terbesar bagi setiap orang. Tentu saja jalan menuju kaya tidak mudah. Salah satu yang bisa membantu Anda kaya lebih cepat adalah dengan berhemat. Orang hemat tahu betapa besar nilai waktu yang dimiliki dan uang yang mereka hasilkan. Mereka akan berusaha sebisa mungkin untuk memangkas pengeluaran, bahkan untuk hal-hal yang sifatnya krusial. Bagi mereka, yang terpenting bukanlah gaya hidup mewah namun berinvestasi dan menabung untuk menambah kekayaan.
6. Menikmati Masa Depan
Di usia 60 atau 70 tahun, manusia tidak akan mampu lagi bekerja. Kekuatan tubuh dan kesehatan mereka mulai menurun, sehingga mau tidak mau mereka harus pensiun. Impian orang tua yang pensiun adalah mengisi waktu dengan berkebun, bepergian, dan bersama cucu.
Tapi itu semua sulit dilakukan jika Anda banyak membuang uang Anda untuk sesuatu yang kurang penting di masa muda. Seseorang yang terbiasa hidup boros, maka sampai tua ia akan sulit berhemat. Di saat kemampuan Anda untuk mencari uang tidak sama lagi, beban hidup Anda akan semakin berat.
Berbeda dengan orang yang berhemat. Mereka memiliki cukup tabungan untuk pensiun dan uang yang mereka miliki cukup untuk menutup biaya hidup di masa tua. Orang-orang yang berhemat dapat menikmati masa tua mereka dengan tenang dan nyaman.
7. Meninggalkan Warisan Pada Anak
Tidak semua orang tua bisa memberi peninggalan pada anak mereka jika sesuatu yang buruk terjadi secara tiba-tiba. Pengeluaran yang menumpuk dan terus menerus membuat seseorang sulit berinvestasi dan menabung. Namun orang yang bisa berhemat selalu menemukan celah untuk menabung sedikit uang, meski kondisi ekonomi sedang Berantakan.
Jika Anda punya sedikit tabungan untuk ditinggalkan, Anda tidak lagi khawatir saat sesuatu yang buruk menimpa Anda. Apalagi jika anak-anak Anda masih di bawah umur dan memerlukan biaya pendidikan besar.
Rujukan
https://www.99.co/blog/indonesia/manfaat-hidup-hemat/
http://bmtbinama.co.id/keuangan-sehat-dan-manfaat-hidup-hemat/
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5407980/jangan-sampai-gaji-habis-buat-bayar-cicilan-mobil-begini-tips-aturnya


Komentar