Kepandaian sering diperlakukan sebagai ukuran tertinggi kualitas manusia. Kecerdasan, hafalan, gelar, kemampuan berargumentasi, kefasihan berbicara, produktivitas karya, popularitas, hingga kemampuan tampil di ruang publik mudah dihitung, dipamerkan, dan diberi legitimasi. Namun, di situlah jebakannya: orang yang banyak mengetahui belum tentu orang yang mampu mengendalikan pengetahuannya secara benar. Ilmu adalah kapasitas kognitif; adab dan akhlak adalah kualitas moral dalam