Realitas manusia tidak hanya dibentuk oleh apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi juga oleh cara pikir yang digunakan untuk membaca, menafsirkan, dan memberi makna terhadap apa yang terjadi. Dua orang dapat menghadapi peristiwa yang sama, tetapi menghasilkan realitas yang berbeda. Yang satu melihat kegagalan sebagai akhir, sementara yang lain melihatnya sebagai data untuk memperbaiki strategi. Peristiwanya sama; realitas psikologis dan keputusan yang lahir darinya berbeda.