Mengalah sering dipandang sebagai puncak kebaikan, kedewasaan, dan kedamaian. Ia dibutuhkan untuk meredam konflik, menjaga hubungan, dan mencegah persoalan kecil berkembang menjadi pertikaian. Namun, mengalah bukanlah kebajikan jika dilakukan tanpa batas dan tanpa kesadaran terhadap harga diri. Ketika seseorang terus-menerus mengalah, selalu memahami orang lain, tetapi tidak pernah membela kepentingannya sendiri, kebaikan dapat berubah menjadi pengabaian terhadap diri sendiri