top of page
Search


Konsep berkomunikasi: Koneksi Mulut, otak, dan hati
Kualitas seseorang sering kali terlihat bukan dari seberapa banyak ia berbicara, tetapi dari bagaimana ia menghubungkan pikiran, perasaan, dan kata-kata sebelum berbicara. Mulut hanyalah alat penyampai. Di balik setiap ucapan terdapat proses yang lebih dalam: otak memikirkan, hati merasakan, lalu mulut menerjemahkannya menjadi bahasa. Karena itu, komunikasi yang matang bukan sekadar persoalan kemampuan berbicara, melainkan kemampuan mengendalikan rantai berpikir–merasakan–men
Yusrin Ahmad Tosepu
Aug 183 min read


Berbicara itu Proses. Berkomunikasi itu Makna
Sebuah percakapan sederhana di warung kopi sering kali mengandung pelajaran komunikasi yang jauh lebih dalam daripada seminar komunikasi formal. Dalam gambar ini, tiga orang duduk dalam suasana santai. Mereka berbicara, mendengarkan, memperhatikan, dan merespons satu sama lain. Tidak ada podium, tidak ada mikrofon, tidak ada ruang kelas. Namun, sesungguhnya sedang berlangsung sebuah proses komunikasi manusia yang sangat fundamental: pertukaran makna. Di sinilah kita perlu mem
Yusrin Ahmad Tosepu
Aug 144 min read


Tidak Mudah Dibohongi: Mengapa Kebenaran Sering Kalah oleh Kedekatan Emosional
Ada satu ilusi yang sering kita pelihara diam-diam: kita merasa cukup pintar untuk mengenali kebohongan. Kita percaya bahwa pembohong selalu tampak gugup. Bahwa orang yang tidak jujur pasti menghindari kontak mata. Bahwa bahasa tubuh adalah peta sederhana yang bisa dibaca seperti petunjuk arah. Padahal kenyataannya jauh lebih rumit. David Lieberman, seorang psikolog yang dikenal melatih agen investigasi dan keamanan tingkat tinggi, pernah mengembangkan pendekatan yang menarik
Yusrin Ahmad Tosepu
Jun 253 min read
bottom of page
