top of page
Search


Cara Berpikir Menentukan Cara Kita Memperlakukan Orang Lain
Dalam kehidupan sosial, kecerdasan seseorang tidak selalu tampak dari gelar akademik, banyaknya pengetahuan, kemampuan berbicara, atau tingginya posisi sosial. Kecerdasan yang lebih substantif justru sering terlihat dari cara seseorang menghadapi perbedaan, mengelola emosi, menerima kritik, memahami persoalan, memperlakukan orang lain, dan belajar dari pengalaman. Karena itu, istilah “cerdas” dan “kurang berkembang dalam berpikir” perlu digunakan secara hati-hati. Keduanya bu
Yusrin Ahmad Tosepu
3 days ago7 min read


KETIKA PIKIRAN MENJADI SUMBER PENDERITAAN
Antara Realitas, Imajinasi, dan Keadilan dalam Menilai Kehidupan Ada sebuah paradoks dalam kehidupan manusia: kita memiliki kemampuan luar biasa untuk membayangkan masa depan, tetapi kemampuan yang sama dapat menjadi sumber penderitaan sebelum masa depan itu benar-benar terjadi. Manusia tidak hanya hidup dalam realitas yang sedang berlangsung. Ia juga hidup dalam ingatan tentang masa lalu, penafsiran terhadap masa kini, dan bayangan tentang masa depan. Di antara ketiganya, ma
Yusrin Ahmad Tosepu
4 days ago9 min read


Mengalah: Kebaikan yang Harus Memiliki Batas
Mengalah sering dipandang sebagai puncak kebaikan, kedewasaan, dan kedamaian. Ia dibutuhkan untuk meredam konflik, menjaga hubungan, dan mencegah persoalan kecil berkembang menjadi pertikaian. Namun, mengalah bukanlah kebajikan jika dilakukan tanpa batas dan tanpa kesadaran terhadap harga diri. Ketika seseorang terus-menerus mengalah, selalu memahami orang lain, tetapi tidak pernah membela kepentingannya sendiri, kebaikan dapat berubah menjadi pengabaian terhadap diri sendiri
Yusrin Ahmad Tosepu
5 days ago2 min read
bottom of page
