top of page
Search


KETIKA LOGIKA DIANGGAP Pembangkangan: BUDAYA PASRAH DAN KEKUASAAN TANPA KOREKSI
Ada sebuah paradoks yang terus berulang dalam kehidupan sosial dan politik: masyarakat dapat hidup di tengah berbagai persoalan nyata, tetapi justru diajarkan untuk menerima akibatnya sebagai takdir tanpa cukup ruang untuk mempertanyakan sebabnya. Di sinilah persoalan berpikir menjadi penting. Kemiskinan tidak cukup dijelaskan dengan mengatakan bahwa seseorang sedang diuji. Kelaparan tidak selesai hanya dengan meminta rakyat bersabar. Ketimpangan tidak dapat dibenarkan hanya
Yusrin Ahmad Tosepu
4 days ago4 min read


KETIKA UCAPAN MENJADI CERMIN KECERDASAN, ADAB, DAN KENDALI DIRI
Ada nasihat sederhana yang menyimpan kritik moral yang sangat tajam: “Siapa yang banyak bicaranya, maka banyak pula salahnya; siapa yang banyak salahnya, maka sedikit pula rasa malunya.” Nasihat ini bukan berarti setiap orang yang banyak berbicara pasti bodoh atau salah. Persoalannya bukan pada jumlah kata, melainkan pada kualitas pikiran yang melahirkan kata-kata tersebut. Banyak bicara tanpa berpikir adalah bentuk komunikasi yang miskin kendali. Semakin seseorang berbicara
Yusrin Ahmad Tosepu
6 days ago3 min read


Mengalah: Kebaikan yang Harus Memiliki Batas
Mengalah sering dipandang sebagai puncak kebaikan, kedewasaan, dan kedamaian. Ia dibutuhkan untuk meredam konflik, menjaga hubungan, dan mencegah persoalan kecil berkembang menjadi pertikaian. Namun, mengalah bukanlah kebajikan jika dilakukan tanpa batas dan tanpa kesadaran terhadap harga diri. Ketika seseorang terus-menerus mengalah, selalu memahami orang lain, tetapi tidak pernah membela kepentingannya sendiri, kebaikan dapat berubah menjadi pengabaian terhadap diri sendiri
Yusrin Ahmad Tosepu
6 days ago2 min read
bottom of page
