top of page

MALAS: BUKAN SEKADAR SIFAT, TETAPI AWAL DARI KEMUNDURAN

  • Writer: Yusrin Ahmad Tosepu
    Yusrin Ahmad Tosepu
  • 5 days ago
  • 1 min read

Updated: 4 days ago


MALAS bukan sekadar sifat, tetapi dapat menjadi penyakit perilaku yang perlahan merusak masa depan. Ketika kemalasan membuat seseorang enggan belajar, berpikir, bekerja, dan berubah, maka kebodohan tumbuh karena pengetahuan tidak dicari, kemiskinan muncul karena peluang tidak diusahakan, dan kemelaratan terjadi ketika ketidakmampuan memperbaiki keadaan dibiarkan berlangsung terus-menerus.Dengan kata lain, Malas bukan sekadar sifat pasif atau kebiasaan menunda pekerjaan. Ketika dibiarkan menjadi pola hidup, malas dapat berubah menjadi “penyakit sosial dan mental” yang melemahkan potensi manusia. Kemalasan membuat seseorang enggan belajar, takut berusaha, menolak perubahan, dan akhirnya kehilangan kemampuan untuk berkembang.


Dari kemalasan lahir ketertinggalan. Ketika seseorang malas belajar, pengetahuan tidak bertambah; ketika malas berpikir, kebodohan mudah tumbuh; ketika malas bekerja dan berusaha, peluang ekonomi semakin sempit. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membentuk rantai kemunduran: malas → tidak berkembang → kehilangan kompetensi → tertinggal → miskin → semakin sulit keluar dari keterbatasan.


Namun, penting dipahami bahwa kemiskinan tidak selalu disebabkan oleh kemalasan. Kemiskinan juga dapat lahir dari ketimpangan kesempatan, akses pendidikan yang buruk, pengangguran, struktur ekonomi, dan berbagai kondisi sosial lainnya. Karena itu, kemalasan bukan satu-satunya penyebab kemiskinan, tetapi dapat menjadi faktor yang memperparah keadaan ketika seseorang sebenarnya memiliki kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berkembang tetapi memilih untuk diam.


Pada akhirnya, kemalasan adalah musuh dari pertumbuhan. Ia tidak selalu menghancurkan kehidupan secara tiba-tiba, tetapi perlahan-lahan menggerogoti disiplin, pengetahuan, kompetensi, dan masa depan. Sebab kehidupan yang terus bergerak akan meninggalkan mereka yang terlalu lama memilih untuk berhenti.


 
 
 

Comments


Follow

  • Facebook

Contact

082187078342

Address

Makassar, Sulawesi Selatan Indonesia

©2016 by Yusrin Ahmad Tosepu

bottom of page